Kamis, 06 Januari 2011

logika dan boelean

Gerbang logika atau sering juga disebut gerbang logika Boolean merupakan sebuah sistem pemrosesan dasar yang dapat memproses input-input yang berupa bilangan biner menjadi sebuah output yang berkondisi yang akhirnya digunakan untuk proses selanjutnya. Gerbang logika dapat mengkondisikan input - input yang masuk kemudian menjadikannya sebuah output yang sesuai dengan apa yang ditentukan olehnya. Terdapat tiga gerbang logika dasar, yaitu : gerbang AND, gerbang OR, gerbang NOT. Ketiga gerbang ini menghasilkan empat gerbang berikutnya, yaitu : gerbang NAND, gerbang NOR, gerbang XOR, gerbang XAND.
Berikut tabel kebenaran gerbang logika:


Rangkaian aritmatika dasar termasuk kedalam rangkaian kombinasional yaitu suatu rangkaian yang outputnya tidak tergantung pada kondisi output sebelumnya, hanya tergantung pada present state dari input.

a. Half Adder dan Full Adder Sebuah rangkaian kombinasional yang melaksanakan penjumlahan 2 digit biner disebut dengan half adder, sedangkan rangkaian yang melaksanakan penjumlahan 3 bit disebut full adder. Rangkaian full adder dapat tersusun dari dua buah half adder. Di pasaran rangkaian full adder sudah ada yang berbentuk IC, seperti 74LS83 (4-bit full adder).


b. Half Substractor dan Full Substractor
Rangkaian half substractor hampir sama dengan rangkaian half adder. D (Difference) ekivalen dengan S (sum), dan B (borrow) ekivalen dengan C (carry) pada half adder. Kedua rangkaian ini melakukan operasi pengurangan biner. Half substractor untuk pengurangan satu bit biner, sedangkan full substractor untuk pengurangan lebih dari satu bit biner.


c. DecoderDecoder adalah rangkaian kombinasional logika dengan n-masukan dan 2n keluaran yang berfungsi mengaktifkan 2n keluaran untuk setiap pola masukan yang berbeda-beda. Hanya satu output decoder yang aktif pada saat diberi suatu input n-bit. Sebuah decoder biasanya dilengkapi dengan sebuah input enable low sehingga rangkaian ini bisa di on-off-kan untuk tujuan tertentu. Fungsi enable untuk meng-aktif-kan atau men-tidak-aktif-kan keluarannya.

d. Priority EncoderSebuah Priority encoder adalah rangkaian encoder yang mempunyai fungsi prioritas. Operasi dari rangkaian priority encoder adalah sebagai berikut :
jika ada dua atau lebih input bernilai 1 pada saat yang sama, maka input yang mempunyai prioritas tertinggi yang akan diambil. Kondisi x adalah kondisi don`t care, yang menyatakan nilai input bisa 1 atau 0.

e. Multiplexer
Multiplexer merupakan rangkaian logika yang berfungsi memilih data yang ada pada input-nya untuk disalurkan ke output-nya dengan bantuan sinyal pemilih atau selektor. Multiplexer disebut juga sebagai pemilih data (data selector). Multiplexer adalah rangkaian yang memiliki fungsi untuk memilih dari 2n bit data input ke satu tujuan output
Operator dan logika boolean pada google ada 7, yaitu:
1. and
2. or
3. tanda tambah (+)
4. tanda minus (-)
5. tanda asterik
6. tanda titik (.)
7. tanda kutip (“”)
Yang masing-masing mempunyai fungsi dan kegunaan yang berbeda, untuk lebih jelasnya akan saya uraikan di bawah ini.
AND
Suatu ketika apabila Anda mengetikan ‘RotiANDBakar’, hasil pencariannya haruslah mengandung kedua kata tersebut baik roti maupun bakar.
Sebenarnya perintah AND ini boleh tidak diketik. Karena secara default, Google menggunakan kata kunci AND. Jadi, Anda dapat langsung mengetik ROTI BAKAR tanpa ada boolean AND. Penulisan AND haruslah menggunakan huruf kapital. Logika AND ini sama fungsinya dengan tanda (+)
OR
Logika OR digunakan untuk menemukan halaman yang setidaknya memiliki salah satu dari dari querry yang dicari. Penulisan kata OR haruslah menggunakan huruf kapital. Misalnya, Anda mencari Lotus OR Excel. Apabila salah satu kata antara Lotus atau Excel ditemukan maka informasi tersebut akan ditampilkan. Kata OR ini juga berfungsi sama dengan karakter spasi. Sebagai pengganti perintah OR Anda dapat menggunakan karakter pipe (|).
Tanda Tambah (+)
Penjelasan pemakaia tanda + ini adalah sama saja dengan logika boolean AND. Tanda + digunakan untuk mencari teks yang serupa. Misalnya, ikan+mati. Maka hasil searchingnya adalah link yang mengandung kedua kata tersebut.
Tanda Minus (-)
Kebalikan dari tanda (+), tentu saja tanda (-). Fungsinya adalah untuk tidak menampilkan kata yang mengandung lambang minus tersebut. Sebelum penulisan tanda minus (-) haruslah terdapat spasi kosong. Misalnya, ‘ikan mati’, hasil searchingnya adalah link yang memiliki kata ikan dan tidak terdapat kata mati. Biar gampang diingat, tanda (-) boleh dibaca sebagai ‘kecuali’.
Tanda Asterik
Melambangkan karakter pengganti kata. Jika Anda mengetikkan: “satu*tiga” maka akan memberikan hasil yang beragam. Bisa saja ‘satu dua tiga’, ‘satu tambah tiga’ atau kata-kata lain antara dua kata tersebut. Apabila Anda mengetikan ‘psikolog*’ hasil yang Anda dapatkan bukanlah psikologi, melainkan ada kata lain setelah psikolog tersebut. Jadi, lambang (*) bukanlah sebagai pengganti huruf.
Tanda Titik (.)
Digunakan untuk mencari teks yang satu karakter. Karakter tersebut dapat berupa apa saja, termasuk huruf, angka, spasi, karakter khusus dan sebagainya. Misalnya, Anda mencari: ro.i hasilnya dapat berupa: roti, rozi, ro-I, dsb.
Tanda Kutip (“”)
Digunakan untuk mencari teks yang diapit antara kedua tanda kutip tersebut. Dari contoh diatas adalah “ikan mati” maka hasil searching adalah frase ikan mati dalam satu rangkai.

Kamis, 18 November 2010

SISTEM BILANGAN

SISTEM BILANGAN
Banyak sistem bilangan yang dapat dan telah dipakai dalam melaksanakan perhitungan. Tetapi ada sistem bilangan yang sudah jarang dipakai ataupun tidak dipakai lagi sama sekali dan ada pula sistem bilangan yang hanya dipakai pada hal-hal tertentu saja. Sistem bilangan limaan (quinary) dipergunakan oleh orang Eskimo dan orang Indian di Amerika Utara zaman dahulu. Sistem bilangan Romawi yang sangat umum dipakai pada zaman kuno, kini pemakaiannya terbatas pada pemberian nomor urut seperti I untuk pertama, II untuk kedua, V untuk kelima dan seterusnya; kadang-kadang dipakai juga untuk penulisan tahun seperti MDCCCIV untuk menyatakan tahun 1804.
Sistem bilangan dua belasan (duodecimal) sampai kini masih banyak dipakai seperti 1 kaki = 12 Inci, 1 lusin = 12 buah dan sebagainya.
Namun yang paling umum dipakai kini adalah sistem bilangan puluhan (decimal) yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Karena komponen-komponen komputer digital yang merupakan sistem digital bersifat saklar (switch), sistem bilangan yang paling sesuai untuk computer digital adalah sistem bilangan biner (binary). Keserdehanaan pengubahan bilangan biner ke bilangan oktal atau heksadesimal dan sebaliknya membuat bilangan oktal dan heksadesimal juga banyak dipakai dalam dunia komputer, terutama
dalam hubungan pengkodean. Bilangan Biner, Oktal dan Heksadesimal akan dibahas dalam bab ini didahului dengan pembahasan singkat tentang bilangan desimal sebagai pengantar.

1.1 Sistem Bilangan Puluhan
Sistem bilangan puluhan atau desimal (decimal system) adalah sistem bilangan
yang kita pergunakan sehari-hari. Sistem bilangan ini disusun oleh sepuluh simbol angka yang mempunyai nilai yang berbeda satu sama lain dan karena itu dikatakan bahwa dasar/basis atau akar (base, radix) dari pada sistem bilangan ini adalah sepuluh. Kesepuluh angka dasar tersebut, sebagaimana telah kita ketahui, adalah: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Nilai yang terkandung dalam setiap simbol angka secara terpisah (berdiri sendiri) disebut nilai mutlak (absolute value). Jelaslah bahwa harga maksimum yang dapat dinyatakan oleh hanya satu angka adalah 9. Harga-harga yang lebih besar dapat dinyatakan hanya dengan memakai lebih dari satu angka secara bersama-sama. Nilai yang dikandung oleh setiap angka di dalam suatu bilangan demikian ditentukan oleh letak angka itu di dalam deretan di samping oleh nilai mutlaknya. Cara penulisan ini disebut sebagai sistem nilai (berdasarkan) letak/posisi (positional value system). Angka yang berada paling kanan dari suatu bilangan bulat tanpa bagian pecahan disebut berada pada letak ke 0 dan yang di kirinya adalah ke 1, ke 2 dan seterusnya sampai dengan ke (n-1) jika bilangan itu terdiri dari n angka. Nilai letak dari pada angka paling kanan, yaitu kedudukan ke 0, adalah terkecil, yaitu 100 = 1. Nilai letak ke 1 adalah 101, nilai letak ke 2 adalah 102 = 100, dan seterusnya nilai letak ke n-1 adalah 10n-1. Untuk bilangan yang mengandung bagian pecahan, bagian bulat dan pecahannya dipisahkan oleh tanda koma (tanda titik di Inggris, Amerika, dan lain-lain). Angka di kanan tanda koma puluhan (decimal point) disebut pada kedudukan negatif, yaitu letak ke -1, ke -2 dan seterusnya dan nilai letaknya adalah 10-1, 10-2, dan seterusnya 10-m untuk
kedudukan ke (-m) di kanan koma puluhan. Nilai yang diberikan oleh suatu angka pada suatu bilangan adalah hasil
file:///D|/E Learning/Dasar%20teknik%20Digital/Textbook/Bab01.htm (1 of 17)5/8/2007 2:45:49 PM 1 kali dari pada nilai mutlak dan nilai letaknya. Jadi, nilai yang diberikan oleh angka 5 pada bilangan 1253,476 adalah 5x101 = 50 dan yang diberikan Sistem bilangan puluhan atau desimal (decimal system) adalah sistem bilangan
yang kita pergunakan sehari-hari. Sistem bilangan ini disusun oleh sepuluh simbol angka yang mempunyai nilai yang berbeda satu sama lain dan karena itu dikatakan bahwa dasar/basis atau akar (base, radix) dari pada sistem bilangan ini adalah sepuluh. Kesepuluh angka dasar tersebut, sebagaimana telah kita ketahui, adalah: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Nilai yang terkandung dalam setiap simbol angka secara terpisah (berdiri sendiri) disebut nilai mutlak (absolute value). Jelaslah bahwa harga maksimum yang dapat dinyatakan oleh hanya satu angka adalah 9. Harga-harga yang lebih besar dapat dinyatakan hanya dengan memakai lebih dari satu angka secara bersama-sama. Nilai yang dikandung oleh setiap angka di dalam suatu bilangan demikian ditentukan oleh letak angka itu di dalam deretan di samping oleh nilai mutlaknya. Cara penulisan ini disebut sebagai sistem nilai (berdasarkan) letak/posisi (positional value system). Angka yang berada paling kanan dari suatu bilangan bulat tanpa bagian pecahan disebut berada pada letak ke 0 dan yang di kirinya adalah ke 1, ke 2 dan seterusnya sampai dengan ke (n-1) jika bilangan itu terdiri dari n angka. Nilai letak dari pada angka paling kanan, yaitu kedudukan ke 0, adalah terkecil, yaitu 100 = 1. Nilai letak ke 1 adalah 101, nilai letak ke 2 adalah 102 = 100, dan seterusnya nilai letak ke n-1 adalah 10n-1. Untuk bilangan yang mengandung bagian pecahan, bagian bulat dan pecahannya dipisahkan oleh tanda koma (tanda titik di Inggris, Amerika, dan lain-lain). Angka di kanan tanda koma puluhan (decimal point) disebut pada kedudukan negatif, yaitu letak ke -1, ke -2 dan seterusnya dan nilai letaknya adalah 10-1, 10-2, dan seterusnya 10-m untuk
kedudukan ke (-m) di kanan koma puluhan. Nilai yang diberikan oleh suatu angka pada suatu bilangan adalah hasil
file:///D|/E Learning/Dasar%20teknik%20Digital/Textbook/Bab01.htm (1 of 17)5/8/2007 2:45:49 PM 1 kali dari pada nilai mutlak dan nilai letaknya. Jadi, nilai yang diberikan oleh angka 5 pada bilangan 1253,476 adalah 5x101 = 50 dan yangoleh angka 7 adalah 7x10-2 = 0,07. Secara umum, suatu bilangan puluhan yang terdiri atas n angka di kiri tanda koma puluhan dan m angka di kanan tanda koma puluhan, yang dapat dinyatakan dalam bentuk: N = an-1 an-2 ... a1 a0, a-1 a-2 ... a-m, mempunyai harga yang dapat dinyatakan dalam bentuk:
N = an-1 10n-1 + an-2 10n-2 +...+ a1 101 + a0 100 + a-1 10-1 + a-2 10-2 + ... + a-m 10-m (1.1)

1.2 Biner, Oktal dan Heksadesimal
Secara umum, semua sistem digital bekerja dengan sistem bilangan biner (binary) sehingga sistem binerlah yang paling penting dalam sistem digital. Selain sistem bilangan biner, sistem yang paling umum dipakai dalam pengkodean instruksi untuk komputer digital adalah sistem bilangan oktal dan heksadesimal. Harga dalam desimal (puluhan) yang dinyatakan oleh suatu bilangan biner, oktal, heksadesimal atau yang lain-lain
yang bukan desimal dapat dihitung dengan memakai rumus:
an-1an-2... a1a0 a-1a-2... a-m= an-1 Rn-1 + an-2 Rn-2 +... + a1 R1 + a0 R0 + a-1 R-1 + ... + a-m R-m (1.2)
dengan: an-1 = angka yang paling kiri,
R = Angka dasar dari pada sistem bilangan
n = cacah angka yang menunjukan bilangan bulat
m = cacah angka yang menunjukkan bilangan pecahan
Persamaan (1.2), yang merupakan bentuk umum dari pada persamaan (1.1), berlaku untuk semua sistem bilangan yang berdasarkan letak yang tegas. Untuk semua sistem bilangan seperti bilangan Romawi, misalnya, persamaan ini tentunya tak dapat dipergunakan.

1.2.1 Bilangan Biner
Sistem bilangan biner mempunyai hanya dua macam symbol angka, yaitu 0 dan 1, dan karena itu dasar dari system bilangan ini adalah dua. Harga yang ditunjukkan oleh bilangan biner dalam puluhan dapat dihitung dengan memakai persamaan (1.2) di atas dengan memasukkan R= 2 ke dalamnya. Sebagai contoh, harga bilangan biner 101,01
adalah :
1 x 22 + 0 x 21 + 1 x 20 + 0 x 2-1 + 1 x 2-2 = 5,25
Dapat disadari bahwa bila kita bekerja dengan lebih dari satu bilangan, maka kita akan mengalami kebingungan bila kita tidak memakai suatu tanda yang menyatakan dasar setiap bilangan. Untuk mencegah hal ini, pada setiap bilangan dicantumkan
dasar bilangannya, seperti (101)2 atau 1012 untuk menyatakan bilangan 101 dalam biner. Jadi, contoh diatas dapat dituliskan sebagai :
(101,01)2 = (5,25)10
file:///D|/E-Learning/Dasar%20teknik%20Digital/Textbook/Bab01.htm (2 of 17)5/8/2007 2:45:49 PM
1
Untuk uraian selanjutnya, kita akan memakai cara penulisan ini bilamana diperlukan. Bilamana dasar dari pada bilangan sudah jelas dari uraian ataupun bila kita hanya membicarakan satu sistem bilangan, tentunya kita tidak perlu dan tak akan memberikan tanda tersebut. Didalam praktek pemrograman komputer, sering tanda tersebut hanya diberikan kepada bilangan yang bukan puluhan.

1.2.2 Bilangan Oktal dan Heksadesimal
Bilangan Oktal mempunyai delapan macam simbol angka, yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan karena itu, dasar daripada
bilangan ini adalah delapan. Harga desimal yang dinyatakan oleh suatu bilangan oktal diperoleh dengan memasukkan
R= 8 kedalam pers. (1.2) di depan. Sebagai contoh,
(235,1)8 = 2 x 82 + 3 x 81 + 5 x 80 + 1 x 8-1 = (157,125)10.
Sistem bilangan Heksadesimal terdiri atas 16 simbol angka sehingga bilangan dasarnya adalah 16. Sepuluh dari simbol tersebut diambil dari kesepuluh simbol angka pada sistem bilangan puluhan dan enam angka yang lain diambil dari huruf dalam abjad A - F. Jadi, ke-16 simbol heksadesimal adalah: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D,
E, F. Huruf-huruf A, B, C, D, C dan F secara berturut-turut bernilai 10, 11, 12, 13, 14, 15.
Harga desimal yang dinyatakan oleh bilangan heksadesimal juga dapat dihitung dengan memasukkan harga R = 16 kedalam pers. (1.2) di depan. Sebagai contoh,
(3C5,A)16 = 3 x 162 + 12 x 161 + 5 x 160 + 10 x 16-1
= (965,0625)10
Yang membuat sistem bilangan oktal dan heksadesimal banyak dipakai dalam sistem digital adalah mudahnya pengubahan dari biner ke oktal dan heksadesimal,
dan sebaliknya, seperti akan dibicarakan dalam sub-bab berikut ini.

1.3 Konversi Bilangan
Konversi bilangan desimal ke sistem biner diperlukan dalam menerjemahkan keinginan manusia kedalam kode-kode yang dikenal oleh sistem digital, terutama komputer digital. Konversi dari biner ke desimal diperlukan untuk menterjemahkan kode hasil pengolahan sistem digital ke informasi yang dikenal oleh manusia. Pengubahan (konversi) dari biner ke oktal dan heksadesimal dan sebaliknya merupakan pengantara konversi dari/ke biner ke/dari desimal. Konversi ini banyak dilakukan karena disamping cacah angka biner yang disebut juga "bit", singkatan dari "binary digit", jauh lebih besar dibandingkan dengan angka-angka pada sistem oktal dan heksadesimal, juga karena konversi itu sangat mudah.
Konversi dari biner, oktal dan heksadesimal ke sistem bilangan desimal, seperti telah dijelaskan di bagian depan, dapat dilakukan dengan memakai persamaan (1.2). Konversi sebaliknya akan diterangkan dalam sub-sub bab berikut ini.

1.3.1 Konversi Desimal-Biner
Kalau kita perhatikan konversi dari biner ke desimal
dengan memakai pers.(1.2), maka dapat dilihat bahwa untuk
bagian bulat (di kiri tanda koma) kita peroleh dengan melakukan perkalian dengan 2 setiap kita bergerak ke kiri.
Untuk bagian pecahan, kita melakukan pembagian dengan 2 setiap kita bergerak ke kanan. Untuk melakukan
konversi dari desimal ke biner kita melakukan sebaliknya,
yaitu untuk bagian bulat bilangan desimal kita bagi
dengan 2 secara berturut-
turut dan sisa pembagian pertama sampai yang terakhir merupakan
angka-angka biner
paling kanan ke paling kiri. Untuk bagian pecahan, bilangan desimal dikalikan
2 secara
berturut-turut dan angka di
kiri koma desimal hasil setiap perkalian merupakan
angka biner yang dicari, berturut-turut dari kiri ke kanan.
file:///D|/E-Learning/Dasar%20teknik%20Digital/Textbook/Bab01.htm (3 of 17)5/8/2007 2:45:49 PM 1 Contoh berikut ini memperjelas proses itu.
Contoh 1:
Tentukanlah bilangan biner yang berharga sama dengan bilangan desimal 118.
Pembagian secara berturut-turut akan menghasilkan:
118 : 2 = 59 sisa 0 7 : 2 = 3 sisa 1
59 : 2 = 29 sisa 1 3 : 2 = 1 sisa 1
29 : 2 = 14 sisa 1 1 : 2 = 0 sisa 1
14 : 2 = 7 sisa 0 0 : 2 = 0 sisa 0
Jadi, (118)10 = (01110110)2
Perhatikan bahwa walaupun pembagian diteruskan, hasil berikutnya akan tetap 0 dan sisanya juga tetap 0. Ini benar karena penambahan angka 0 di kiri bilangan tidak mengubah harganya.
Contoh 2:
Tentukanlah bilangan biner yang berharga sama dengan bilangan desimal 0,8125.
Pengalian secara berturut-turut akan menghasilkan :
0.8125 x 2 = 1,625 0,500 x 2 = 1,000
0,625 x 2 = 1,250 0,000 x 2 = 0,000
0,250 x 2 = 0,500
Jadi, (0,8125)10 = (0,11010)2
Perhatikan bahwa angka-angka biner yang dicari adalah angka yang di kiri tanda koma, dan yang paling kiri dalam bilangan biner adalah angka di kiri koma hasil perkalian pertama. Juga perhatikan bahwa walaupun pengalian diteruskan hasil perkalian akan tetap 0 dan ini benar karena penambahan angka 0 ke kanan tidak akan mengubah harganya.
Contoh 3:
Ubahlah bilangan desimal 457,65 ke bilangan biner. Untuk melakukan konversi ini, dilakukan pembagian untuk bagian bulatnya dan pengalian untuk bagian pecahannya
seperti yang dilakukan pada kedua contoh sebelumnya, dengan hasil sebagai berikut ini:
457 : 2 = 228 sisa 1 0,65 x 2 = 1,3
228 : 2 = 114 sisa 0 0,30 x 2 = 0,6
114 : 2 = 57 sisa 0 0,60 x 2 = 1,2
57 : 2 = 28 sisa 1 0,20 x 2 = 0,4
28 : 2 = 4 sisa 0 0,40 x 2 = 0,8
14 : 2 = 7 sisa 0 0,80 x 2 = 1,6
7 : 2 = 3 sisa 1 0,60 x 2 = 1,2
3 : 2 = 1 sisa 1 0,20 x 2 = 0,4
1 : 2 = 0 sisa 1 0,40 x 2 = 0,8
0,80 x 2 = 1,6
Jadi, (457,65)10 = (111001001,1010011001 .....)2
file:///D|/E-Learning/Dasar%20teknik%20Digital/Textbook/Bab01.htm (4 of 17)5/8/2007 2:45:49 PM 1 Dari contoh terakhir ini dapat dilihat bahwa untuk bagian pecahan, pengalian dengan 2 akan berulang-ulang menghasilkan deretan 1,6; 1,2; 0,4; 0,8 yang berarti bahwa deretan angka biner 11001100 akan berulang terus. Ini berarti bahwa ada bilangan pecahan puluhan yang tak dapat disajikan dalam biner dengan ketelitian 100 %. Kesalahan atau ralat konversi itu semakin kecil bila cacah angka biner (bit) yang dipergunakan lebih besar. Bagaimanapun juga, cacah bit dalam setiap sistem digital sudah tertentu sehingga ketelitian pengkodean untuk setiap sistem digital sudah tertentu pula.

1.3.2 Konversi Biner-Oktal-Heksadesimal
Kemudahan konversi biner-oktal-heksadesimal secara timbal balik terletak pada kenyataan bahwa 3 bit tepat dapat menyatakan angka terbesar dalam oktal, yaitu 7, dan 4 bit tepat dapat menyatakan angka terbesar dalam heksadesimal, yaitu F=(15)10. Ini berarti bahwa untuk mengubah bilangan biner ke oktal, bilangan biner dapat dikelompokkan atas 3 bit setiap kelompok dan untuk mengubah biner ke heksadesimal, bilangan biner dikelompokkan atas 4 bit setiap kelompok. Pengelompokan harus dimulai dari kanan bergerak ke kiri. Sebagai contoh, untuk memperoleh setara dalam oktal dan heksadesimal, bilangan biner 1011001111 dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1 011 001 111 10 1100 1111
(1 3 1 7)8 (2 C F )16
Konversi sebaliknya, dari oktal dan heksadesimal ke biner juga dapat dilakukan dengan mudah dengan menggantikan setiap angka dalam oktal dan heksadesimal dengan setaranya dalam biner.
Contoh 1:
(3456)8 = (011 100 101 110)2
(72E)16 = (0111 0010 1110)2
Dari contoh ini dapat dilihat bahwa konversi dari oktal ke heksadesimal dan sebaliknya akan lebih mudah dilakukan dengan mengubahnya terlebih dahulu ke biner.
Contoh 2:
(3257)8 = (011 010 101 111)2
(0110 1010 1111)2 = (6AF)16
Perhatikan bahwa bilangan biner dalam konversi oktal biner dan konversi biner heksadesimal hanyalah berbeda dalam pengelompokannya saja.

1.3.3 Konversi Desimal-Oktal dan Heksadesimal
Konversi desimal ke oktal dan desimal ke heksadesimal dapat dilakukan dengan melakukan pembagian berulangulang untuk bagian bulat dan perkalian berulang-ulang untuk bagian pecahan seperti yang dilakukan pada konversi desimal-biner di bagian depan. Sebenarnya cara ini berlaku untuk semua dasar sistem bilangan.
Contoh : Untuk (205,05)10
Oktal: Heksadesimal:
205 : 8 = 25 sisa 5 205 : 16 = 12 sisa 13 = D
file:///D|/E-Learning/Dasar%20teknik%20Digital/Textbook/Bab01.htm (5 of 17)5/8/2007 2:45:49 PM
1
25 : 8 = 3 sisa 1 12 : 16 = 0 sisa 12 = C
3 : 8 = 0 sisa 3
0,05 x 8 = 0,4 0,05 x 16 = 0,8
0,40 x 8 = 3,2 0,80 x 16 = 12,8 (12 = C)
0,20 x 8 = 1,6 0,80 x 16 = 12,8
0,60 x 8 = 4,8
0,80 x 8 = 6,4
0,40 x 8 = 3,2
0,20 x 8 = 1,6
Jadi, (205,05)10 = (315,031463146...)8 = (CD,0CCCC..)16

Sistem Bilangan
1. Bilangan Desimal
2. Bilangan Biner
3. Bilangan Oktal
4. Bilangan Hexadesimal

1. Bilangan Desimal
Bilangan Desimal adalah bilangan dengan basis 10,
disimbulkan dengan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.
N = an x 10 n + an-1 x 10 n-1 + …. + a1 x 10 1 + a0 x
10 0 + a-1 x 10 -1 + a-2 x 10 -2 +…. + a-n x 10 -n
N = 1 0 2 5 7 􀃅 Bilangan Desimal
4 3 2 1 0 􀃅 Jumlah Digit
N =1 x 10 4 + 0 x 10 3 + 2 x 10 2 + 5 x 10 1 + 7 x 10 0
N = 10000 + 0 + 200 + 50 + 7
N = 10257

2. Bilangan Biner
Bilangan Biner adalah bilangan dengan basis 2,
disimbulkan dengan 0, 1
Untuk menjadikan bilangan biner menjadi bilangan desimal
dengan cara sbb:
N = an x 2 n + an-1 x 2 n-1 + …. + a1 x 2 1 + a0 x 2 0 + a-1 x 2 -
1 + a-2 x 2 -2 +…. + a-n x 2 -n
N = 1 0 1 1 0 􀃅 Bilangan biner
4 3 2 1 0 􀃅 Jumlah Digit
N =1 x 2 4 + 0 x 2 3 + 1 x 2 2 + 1 x 2 1 + 0 x 2 0
N = 1 x 16 + 0 x 8 + 1 x 4 + 1 x 2 + 0 X 1
N = 16 + 4 + 2
N = 22 􀃅 bilangan Desimal
Bilangan Desimal ke Bilangan Biner
Bilangan Biner dapat dicari dari bilangan Desimal dengan
membagi terus menerus dengan 2, sisa dari yang terakhir
sampai yang pertama merupakan angka biner yang
didapat
N = 22 􀃅 Bilangan Desimal
22 : 2 = 11 sisa 0
11 : 2 = 5 sisa 1
5 : 2 = 2 sisa 1
2 : 2 = 1 sisa 0
1 : 2 = 0 sisa 1
N = 22 (10) = 10110 (2)

3. Bilangan Oktal
Bilangan oktal adalah bilangan dengan basis 8,
disimbulkan dengan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
Untuk menjadikan bilangan oktal menjadi bilangan desimal
dengan cara sbb:
N = an x 8 n + an-1 x 8 n-1 + …. + a1 x 8 1 + a0 x 8 0 + a-1 x 8 -
1 + a-2 x 8 -2 +…. + a-n x 8 -n
N = 1 0 2 7 1 􀃅 Bilangan Oktal
4 3 2 1 0 􀃅 Jumlah Digit
N =1 x 8 4 + 0 x 83 + 2 x 8 2 + 7 x 8 1 + 1 x 8 0
N = 1 x 4096 + 0 x 512 + 2 x 64 + 7 x 8 + 1 X 1
N = 4096 + 128 + 56 + 1
N = 4281 􀃅 bilangan Desimal
Bilangan Desimal ke Bilangan Oktal
Bilangan oktal dapat dicari dari bilangan Desimal dengan
membagi terus menerus dengan 8, sisa dari yang terakhir
sampai yang pertama merupakan angka biner yang
didapat
N = 4281 􀃅 Bilangan Desimal
4281 : 8 = 1 x 4096 sisa 185
185 : 8 = 0 x 512 sisa 185
185 : 8 = 2 x 64 sisa 57
57 : 8 = 7 x 8 sisa 1
1 : 8 = 1 x 1 sisa 0
N = 4281 (10) = 10271 (8)

Bilangan Biner ke Bilangan Oktal
Bilangan oktal dapat dicari dari bilangan biner dengan
mengelompokan 3, 3, 3 dari kanan
N = 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 􀃅 Bilangan biner
1 1 0 1 1 1 0 1 1 0
1 5 6 6 􀃅 Bilangan Oktal
N = 1101110110 (2) = 1566 (8)
4. Bilangan Hexadesimal
Bilangan hexadesimal adalah bilangan dengan basis 16, disimbulkan
dengan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, b, C, D, E, F
Untuk menjadikan bilangan hexadesimal menjadi bilangan
desimal dengan cara sbb:
N = an x 16 n + an-1 x 16 n-1 + …. + a1 x 16 1 + a0 x 16 0 + a-1
x 16 -1 + a-2 x 16 -2 +…. + a-n x 16 -n
N = 1 0 A 5 B 􀃅 Bilangan Hexadesimal
4 3 2 1 0 􀃅 Jumlah Digit
N =1 x 16 4 + 0 x 163 + A x 16 2 + 5 x 16 1 + B x 16 0
N = 1 x 65536 + 0 x 4096 + A x 256 + 5 x 16 + B X 1
N = 65536 + 2560 + 80 + 11
N = 68187 􀃅 bilangan Desimal

Bilangan Biner ke Bilangan Hexadesimal
Bilangan hexadesimal dapat dicari dari bilangan biner
dengan mengelompokan 4, 4, 4 dari kanan
N = 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 􀃅 Bilangan biner
11 0 1 1 1 0 1 1 0
3 7 6 􀃅 Bilangan Hexadesimal
N = 1101110110 (2) = 376 (16)
15 1111 17 F
14 1110 16 E
13 1101 15 D
12 1100 14 C
11 1011 13 B
10 1010 12 A
09 1001 11 9
08 1000 10 8
07 0111 07 7
06 0110 06 6
05 0101 05 5
04 0100 04 4
03 0011 03 3
02 0010 02 2
01 0001 01 1
00 0000 00 0

Jumat, 12 November 2010

ALAT PEMROSESAN PADA KOMPUTER

Sistem komputer terdiri dari 3 bagian yaitu:
1. Cpu (central prosessing unit)/ prosesor
2. Memory(RAM dan ROM)
3. Input/output

1. CPU (Central Processing Unit)

Central Processing Unit jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Unit Pengolah Pusat. Di dalam CPU terdapat berbagai macam perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan computer.


Komponen CPU terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut:

1. Unit kontrol
Unit kontrol yang mampu mengatur jalannya program. CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output. tugas dari unit kendali ini adalah:
1. Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
2. Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
3. Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
4. Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU.
5. Menyimpan hasil proses ke memori utama.
1. Register
Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses. Memori ini bersifat sementara, biasanya di gunakan untuk menyimpan data saat di olah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya.

2. ALU
ALU unit yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika dan operasi logika berdasar instruksi yang ditentukan. ALU sering disebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder. Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan instruksi program.
CPU Interconnections
CPU Interconnections adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register-register dan juga dengan bus-bus eksternal CPU yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan /keluaran.
Fungsi CPU
CPU berfungsi seperti kalkulator, hanya saja CPU jauh lebih kuat daya pemrosesannya. Fungsi utama dari CPU adalah melakukan operasi aritmatika dan logika terhadap data yang diambil dari memori atau dari informasi yang dimasukkan melalui beberapa perangkat keras, seperti papan ketik, pemindai, tuas kontrol, maupun tetikus. CPU dikontrol menggunakan sekumpulan instruksi perangkat lunak komputer. Perangkat lunak tersebut dapat dijalankan oleh CPU dengan membacanya dari media penyimpan, seperti cakram keras, disket, cakram padat, maupun pita perekam. Instruksi-instruksi tersebut kemudian disimpan terlebih dahulu pada memori fisik (RAM), yang mana setiap instruksi akan diberi alamat unik yang disebut alamat memori. Selanjutnya, CPU dapat mengakses data-data pada RAM dengan menentukan alamat data yang dikehendaki.

Bagian bagian CPU (Central Processing Unit)

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai komponen-komponen yang ada dalam CPU:

Motherboard
motherboard adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik yang saling terhubung dan merupakan komponen utama dari sebuah komputer, karena semua komponen komputer diletakkan dan disatukan.



Papan induk (motherboard) adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo.
Motherboard yang banyak ditemui dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC yang pertama kali dibuat dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC IBM.

Macam-macam Slot pada motherboard
1. Soket intel
2. Slot AGP
3. Slot PCI
4. Slot ISA
5. Slot RAM
6. IBM PC




MOTHERBOARD

1. Socket Processor => tempat untuk di letakannya processor tertentu yang berfungsi untuk membaca dan menginterprestasikan intruksi,melakukan eksekusi,dan menyimpan hasil-hasil dari memori.
2. Socket memory => tempat untuk menyimapn memory (SDRAM,DDR,DDR2) yang berfungsi untuk menyimpan data yang masuk.
3. Chipset 1 => Untuk mengarahkan aliran data dan menentukan peranti apa yang di dukung oleh personal komputer.
4. Socket power Supply => Untuk menghubungkan power supply dengan power supply connector.
5. Socket floppy disk => menghubungkan kabel IDE connector dengan floppy disk.
6. Socket Hard Disk => menghubungkan kabel IDE connector dengan hard disk.
7. Socket keyboard dan Mouse PS/2 => untuk menghubungkan kabel keyboard dan mouse.
8. USB Port => untuk menghubungkan flashdisk,modem,keyboard dan mouse PS/2 dengan komputer.
9. printer Port => untuk menghubungkan kabel printer dengan komputer.
10. Slot AGP => Tempat untuk sebuah peralatan pendukung komputer seperti LAN Card.
11. Slot PCI => Tempat untuk mendukung sebuah peripheral (Sound card,LAN card)
12. Slot ISA => tempatuntuk mendukung sebuah peripheral (soundcard)
13. Bios => Sebagai sarana komunikasi antara isitem operasi dengan hardware yang terpasang pada motherboard.
14. Chipset 2 => Untuk mengarahkan aliran data dan menentukan peranti apa yang di dukung oleh personal komputer tetapi kecepatannya lebih lambat dari pada chipset 1.

Processor
processor adalah perangkat keras komputer yang melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak dan sebuah chip dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi pada computer dan merupakan otak dari komputer, karena setiap pengolahan data dilakukan pada processor. Oleh karena itu diperlukan processor yang cukup cepat untuk mengeksekusi program-program yang akan digunakan.
Macam-macam prosesor
1. prosesor intel
2.prosesor AMD


2. Memory

Memori adalah istilah generik bagi tempat penyimpanan data dalam computer dan merupakan salah satu komponen terpenting untuk diperhatikan karena performa komputer juga sangat bergantung dengan kecepatan memorinya. Fungsi memori pada komputer adalah menampung sejumlah data atau informasi sebelum diproses oleh processor, sehingga semakin besar kapasitas memori maka semakin besar data dan informasi yang dapat ditampung sebelum diproses.

Macam-macam memory

1. RAM
adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan. RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.

Tipe umum Ram :
1. SRAM atau Static RAM
2. NV-RAM atau Non-Volatile RAM
3. DRAM atau Dynamic RAM
a) Fast Page Mode DRAM
b) EDO RAM atau Extended Data Out DRAM
c) XDR DRAM
d) SDRAM atau Synchronous DRAM
 DDR SDRAM atau Double Data Rate Synchronous DRAM sekarang (2005) mulai digantikan dengan DDR2
 RDRAM atau Rambus DRAM

2. ROM
• salah satu memori yang ada dalam computer. ROM ini sifatnya permanen, artinya program / data yang disimpan didalam ROM ini tidak mudah hilang atau berubah walau aliran listrik di matikan.
• Menyimpan data pada ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun membaca data dari ROM dapat dilakukan dengan mudah. Biasanya program / data yang ada dalam ROM ini diisi oleh pabrik yang membuatnya. Oleh karena sifat ini, ROM biasa digunakan untuk menyimpan firmware (piranti lunak yang berhubungan erat dengan piranti keras).
• Salah satu contoh ROM adalah ROM BIOS yang berisi program dasar system komputer yang mengatur / menyiapkan semua peralatan / komponen yang ada dalam komputer saat komputer dihidupkan.
• ROM modern didapati dalam bentuk IC, persis seperti medium penyimpanan/memori lainnya seperti RAM. Untuk membedakannya perlu membaca teks yang tertera pada IC-nya
Jenis ROM :
• Mask ROM
• PROM
• EPROM
• EAROM
• EEPROM
• Flash Memory

3. PROM
adalah bentuk memori digital dimana pengaturan setiap bit terkunci oleh sekering atau antifuse . Such PROMs are used to store programs permanently. Prom tersebut digunakan untuk menyimpan program permanen. The key difference from a strict ROM is that the programming is applied after the device is constructed. Perbedaan utama dari ketat ROM adalah bahwa pemrograman diterapkan setelah perangkat dibangun.

4. EPROM
adalah jenis memori chip yang menyimpan data ketika catu dayanya dimatikan. In other words, it is non-volatile . Dengan kata lain, itu adalah non-volatile . It is an array of floating-gate transistors individually programmed by an electronic device that supplies higher voltages than those normally used in digital circuits. Ini adalah array floating-gate transistor individual diprogram oleh perangkat elektronik yang memasok tegangan lebih tinggi daripada yang biasanya digunakan di sirkuit digital


5. EEPROM
adalah sejenis chip memori tidak-terhapus yang digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan sejumlah konfigurasi data pada alat elektronik tersebut yang tetap harus terjaga meskipun sumber daya diputuskan, seperti tabel kalibrasi atau kofigurasi perangkat.
Kelebihan utama dari EEPROM dibandingkan EPROM adalah ia dapat dihapus secara elektris menggunakan cahaya ultraviolet sehingga prosesnya lebih cepat. Jika RAM tidak memiliki batasan dalam hal baca-tulis memori, maka EEPROM sebaliknya. Beberapa jenis EEPROM keluaran pertama hanya dapat dihapus dan ditulis ulang (erase-rewrite) sebanyak 100 kali sedangkan model terbaru bisa sampai 100.000 kali.

6. Flash ROM
utilitas untuk mengidentifikasi, membaca, menulis, memverifikasi dan menghapus chip flash. It is designed to flash BIOS/EFI/coreboot/firmware/optionROM images on mainboards, network/graphics/storage controller cards, and various programmer devices. Hal ini dirancang untuk flash BIOS / EFI / Coreboot / firmware / gambar optionROM pada motherboard, jaringan / grafis / kartu controller storage, dan perangkat berbagai programmer.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Algoritma Rabu

NAMA : Ida Ayu Putu Trisnawati
NIM : 1051016
Jurusan : S1 T.Informatika STMIK Denpasar
TUGAS ALGORITMA
Algoritma untuk menghitung luas lingkaran dan menampilkan hasilnya :
a. Algoritma dengan struktur bahasa natural :
1. Beri nilai phi dengan 3,14
2. Masukkan jari-jari lingkaran
3. Kalikan phi dengan kuadrat jari-jarinya
4. Tulis hasilnya
b. Algoritma dengan pseudocode :
Phi 3,14
Input (R)
L phi *R2
Output (L)
c. Algoritma dengan Flowchart :

Kamis, 21 Oktober 2010

Jenis Komputer dan Elemen Dasar Sistem Komputer

Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi, ini merupakan suatu bidang yang menangani pengolahan data menjadi suatu informasi yang dapat dimanfaatkan sehingga yang siap saji.

ELEMEN-ELEMEN DASAR SISTEM KOMPUTER
Untuk mengetahui elemen dasar sistem komputer, terlebih dahulu kita harus tahu pengertian tentang komputer.
Kata komputer berasal dari bahasa Latin yaitu Computare yang artinya menghitung. Dalam bahasa Inggris disebut to compute. Secara definisi komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama, dapat menerima data (input), mengolah data (proses) dan memberikan informasi (output) serta terkoordinasi dibawah kontrol program yang tersimpan di memorinya.
Komponen – komponen dalam sistem komputer terbagi menjadi tiga bagian yang saling berkaitan, yaitu:
• Perangkat fisik/ keras (HARDWARE),
• Perangkat lunak (SOFTWARE)
• Orang yang mengoperasikan komputer (BRAINWARE)


1. Hardware (perangkat keras)
Merupakan peralatan fisik dari komputer yang dapat kita lihat dan rasakan. Hardware ini terdiri dari :
• Input/Output Device (I/O Device) Terdiri dari perangkat masukan dan keluaran, seperti keyboard dan printer.
• Storage Device (perangkat penyimpanan) Merupakan media untuk menyimpan data seperti disket, harddisk, CD-I, flash disk dll.
• Monitor /Screen Monitor merupakan sarana untuk menampilkan apa yang kita ketikkan pada papan keyboard setelah diolah oleh prosesor. Monitor disebut juga dengan Visual Display Unit (VDU).
• Casing Unit adalah tempat dari semua peralatan komputer, baik itu motherboard, card, peripheral lain dan Central Procesing Unit (CPU).Casing unit ini disebut juga dengan System Unit.
• Central Procesing Unit (CPU) adalah salah satu bagian komputer yang paling penting, karena jenis prosesor menentukan pula jenis komputer. Baik tidaknya suatu komputer, jenis komputer, harga komputer, ditentukan terutama oleh jenis prosesornya.Semakin canggih prosesor komputer, maka kemampuannya akan semakin baik dan biasanya harganya akan semakin mahal.
2. Software (perangkat lunak)
merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang dimengerti oleh komputer. Software terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
• Sistem Operasi, seperti DOS, Unix, Linux, Novell, OS/2, Windows, adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-masingnya dapat saling berkomunikasi. Tanpa ada sistem operasi maka komputer tak dapat difungsikan sama sekali.
• Program Utility, seperti Norton Utility, Scandisk, PC Tools, dll.Program utility berfungsi untuk membantu atau mengisikekurangan/kelemahan dari system operasi, misalnya PC Tools dapat melakukan perintah format sebagaimana DOS, tapi PC Tools mampu memberikan keterangan dan animasi yang bagus dalam proses pemformatan. File yang telah dihapus oleh DOS tidak dapat dikembalikan lagi tapi dengan program bantu hal ini dapat dilakukan.
• Program Aplikasi, seperti GL, MYOB, Payroll dll. Merupakan program yang khusus melakukan suatu pekerjaan tertentu, seperti program gaji pada suatu perusahaan. Maka program ini hanya digunakan oleh bagian keuangan saja tidak dapat digunakan oleh departemen yang lain. Biasanya program aplikasi ini dibuat oleh seorang programmer komputer sesuai dengan permintaan / kebutuhan seseorang / lembaga/ perusahaan guna keperluan interennya.
• Program Paket, seperti Microsofr office, Adobe fotoshop, macromedia studio, open office dll Adalah program yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dengan berbagai kepentingan. Seperti MS-office, dapat digunakan oleh departemen keuangan untuk membuat nota, atau bagian administrasi untuk membuat surat penawaran dan lain sebagainya.
• Bahasa Pemrograman, PHP, ASP, dBase, Visual Basic, dll.Merupakan software yang khusus digunakan untuk membuat program komputer, apakah itu sistem operasi, program paket dll.
Bahasa pemrograman ini biasanya dibagi atas 3 tingkatan, yaitu ;
1. Low Level Language, bahasa pemrograman generasi pertama,bahasa pemrograman jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin. Biasanya yang mengerti hanyalah pembuatnya saja.
2. Midle Level Language, merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah dimana penggunaan instruksi sudah mendekati bahasa sehari-hari, walaupun begitu masih sulit untuk di mengerti karena banyak menggunakan singkatansingakatan seperti STO artinya simpan (singkatan dari STORE) dan MOV artinya pindah (singkatan dari MOVE).Yang tergolong kedalam bahasa ini adalah Assembler, ForTran (Formula Translator).
3. High Level Language, merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai cirri mudah dimengerti, karena menggunakan bahasa sehari-hari, seperti BASIC, dBase, Visual Basic, VB.Net dll.
3. Brainware (User)
User adalah personel-personel yang terlibat langsung dalam pemakaian komputer, seperti:
1. Sistem analis
2. Programmer
3. Operator
4. Teknisi
5. Trainer
6. Konsultan
7. Project Manajer
8. Graphic Designer
9. Spesialis Jaringan
10. Database Administrator
Pada organisasi yang cukup besar, masalah komputerisasi biasanya ditangani oleh bagian khusus yang dikenal dengan bagian EDP (Electronic Data Processing), atau sering disebut dengan EDP Departemen, yang dikepalai oleh seorang Manager EDP.

Lisensi Software Komputer
Menurut Microsoft dalam “The Hallowen Document”, terdapat beberapa jenis lisensi yang dapat digunakan untuk program konputer. Beberapa jenis lisensi tersebut sbb:
 Lisensi Commercial
 Lisensi Trial Software
 Lisensi Non Commercial Use
 Lisensi Shareware
 Lisensi Freeware
 Lisensi Royalty-free Binaries
 Lisensi Open Source

Jenis-Jenis Komputer
a. Menurut Jenis Data Yang Diolah
- Komputer Analog, bekerja secara langsung dan menghitung secara besaran fisik
Contoh: thermometer, barometer
- Komputer Digital, menghitung berdasarkan kwalitatif
Contoh: kalkulator, IBM PC
- Computer Hibrid, gabungan antara computer analog dengan computer digital
Contoh: robot
b. Menurut Bidang Masalah/Tujuan Pembuatan
- General Purpose Komputer, digunakan untuk menangani seluruh jenis masalah bisnis maupun jenis lainnya
Contoh: PC, Notebook
- Special Purpose Komputer, komputer yang digunakan untuk menangani satu jenis masalah khusus
Contoh: computer yang digunakan sebagai pengontrol proses tertentu pada mesin pabrik
c. Menurut Kapasitasnya/Komponen Elektronika (processor)
- Komputer Mikro
- Komputer Mini
- Komputer Mainframe
- Super Komputer
d. Menurut bentukk dan ukuran fisik
- Komputer Desktop
- Komputer Tower
- Komputer Portable
- Komputer Laptop
- Komputer notebook
- Komputer Subnotebook
- Komputer Palmtop

Rabu, 13 Oktober 2010

SEJARAH KOMPUTER

DASAR-DASAR TEKNOLOGI INFORMASI
1. Komputer (pengertian secara umum)
2. Sejarah perkembangan computer
3. Perkembangan teknologi computer

I. KOMPUTER
Kata komputer berasal dari bahasa Latin yaitu Computare yang artinya menghitung. Dalam bahasa Inggris disebut to compute. Secara definisi komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama, dapat menerima data (input), mengolah data (proses) dan memberikan informasi (output) serta terkoordinasi dibawah kontrol program yang tersimpan di memorinya.
II. SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER
Sebelum tahun 1940, manusia menemukan alat yang disebut computer. Computer ini dipergunakan sebagai alat untuk menghitung dan mengolah data supaya bisa mendapatkan hasil yang lebih cepat.
Alat pengolahan data dari jaman dahulu sampai sekarang dapat di golongkan menjadi 4 yaitu:
1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan campur tangan manusia
2. Peralatan mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang di gerakkan dengan tangan secara manual
3. Peralatan mekanik elektronik: peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
4. Peralatan elektronik: peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

Beberapa peralatan yang telah digunakan sebagai alat hitung sebelum di temukannya computer:
1. ABACUS
Abacus ini muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di asia kecil dan masih dipergunakan dibeberapa tempat pada saat ini. Alat ini digunakan sebagai alat menghitung transaksi perdagangan dengan menggunakan biji-bijian. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di eropa, abacus kehilangan popularitasnya.

2. KALKULATOR RODA NUMERIK
Alat ini ditemukan hampir 12 abad, pada tahun 1642, Blaise Pascal yang pada waktu itu berumur 18 tahun menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik yang digunakan untuk menghitung pajak.alat ini yang diberi nama pascaline menggunakan delapan roda putar untuk penjumlahan delapan digit yang merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya sebatas untuk melakukan penjumlahan.

3. KALKULATOR RODA NUMERIK 2
Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfren Wilhem von Leibnis memperbaiki pascaline menjadi mesin yang dapat mengalikan.

4. KALKULATOR MEKANIK
Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatika dasar diantaranya penjumlahan, pengurangan, perkaliaan, pembagian.
Demikian peralatan yang dipergunakan sebelum adanya computer. Sekarang kita mulai memasuki dunia computer yang sebenarnya.
Asal mula computer yang sebenarnya di bentuk oleh seorang professor matematika inggris yang bernama Charles Babbage. Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dengan matematika. Mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulang kali tanpa kesalahan, sedangkan matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu. Usahanya yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822. Ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan mesin ini selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat computer general-purpose yang pertama yang disebut Analytical Engine. Babbage dibantu oleh asistennya yang bernama Augusta Ada King.
Pada tahun 1889, Herman Hollerith juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan perhitungan.
Tahun 1944 Howard Aiken dari Harvard University yang bekerjasama dengan IBM berhasil membuat sebuah mesin computer yang mampu melaksanakan serentetan operasi aritmatika secara otomatis yang dinamakan MARK-I dan dikatakan sebagai computer pertama yang diciptakan manusia.
III. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER

Setelah tahun 1940 komputer dibagi lagi menjadi VI generasi:

I. KOMPUTER GENERASI PERTAMA
Computer generasi pertama menggunakan tabung hampa udara (Vacum-Tube) yang di gunakan sebagai komponen penguat sinyal. Bahan bakunya terdiri dari kaca, sehingga banyak memiliki kelemahan.
Kelemahan tersebut seperti: mudah pecah dan mudah menyalurkan panas.
Sehingga perlu adanya pendingin.
Pada tahun 1946 komputer elektronik di dunia yang pertama adalah ENIAC yang dirancang oleh Dr John Mauchly dan Presper Eckert, alat ini sudah mampu menyimpan sebuah data.

II. KOMPUTER GENERASI KEDUA
Computer generasi kedua menggunakan transistor yang bahan bakunya terdiri dari tiga lapis yaitu: Basic, Collector, Emmiter.
Transistor merupakan singkatan dari Transfer Resistor yang artinya mempengaruhi daya tahan atara dua dari tiga lapisan. Transistor juga mempunyai fungsi sebagai penguat sinyal. Dan juga memiliki banyak keunggulan seperti: tidak mudah pecah, tidak menyalurkan panas dan computer yang ada menjadi lebih kecil dan lebih murah.
Pada tahun 1960-an, IBM memperkenalkan computer komersial yang memanfaatkan transistor dan digunakan secara luas. Computer ini dirancang digunakan untuk menyelesaikan segala macam pekerjaan yang bersifat ilmiah ataupun komersial karena kemampuan kecepatannya.

III. KOMPUTER GENERASI KETIGA
Pada computer generasi ketiga ada seorang insinyur mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) pada tahun 1958. IC ini mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silicon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Seorang ilmuwan kemuudian memasukkan komponen tunggal dalam suatu chip yang disebut semikonduktor sehingga computer menjadi lebih kecil. Kemajuan computer pada generasi ketiga menggunakan system operasi yang memungkinkan menjalankan berbagai program yang berbeda.

IV. KOMPUTER GENERASI KEEMPAT
Pada computer generasi keempat menggunakan Microprocessor yang merupakan pemadatan ribuan IC kedalam sebuah chip karena bentuknya semakin kecil dan kemampuannya semakin meningkat. Microprocessor ini merupakan awal kelahiran computer personal.
Pada tahun 1981 IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Kemudian computer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil yang bisa dimasukkan kedalam tas (laptop) atau yang dapat digenggam ( palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar computer. Apple Macintosh terkenal karena sitem grafisnya dan menggunakan piranti mouse sedangkan saingannya masih computer berbasis teks. Di masa sekarang mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV dan juga dikenal AMD. Dari semua ini merupakan golongan computer generasi keempat.

V. KOMPUTER GENERASI KELIMA
Kompuuter generasi kelima ini merupakan impian masa depan. Computer ini lebih kompleks karena mempunyai ingatan semakin besar, yang berfungsi seperti otak manusia, memiliki kepandaian sendiri dan mengesan keadaan di sekeliling melalui pengelihatan dan bijak mengambil sesuatu keputusan. Sifat luar biasa ini disebut “artificial intelligence”.

VI. KOMPUTER GENERASI KEENAM
Computer pada generasi ini diramalkan akan dapat berfikir dan mempunyai perasaan seperti manusia.